2 calon gubernur Sumatera Selatan lagi gencar-gencarnya nih kampanye. Biasalah. Kalo kampanye, semuanya serba indah. Serba ngomong yang baek, janji-janji ini itu. Tapi saya percaya kalo keduanya berniat untuk memberikan yang terbaik bagi rakyat Sumsel. Tinggal yang mana yang lebih ikhlas dengan tidak korupsi dan bisa memberikan perubahan yang berarti bagi Sumsel.

Salah satu cagub mengusung ‘Sekolah Gratis’. Saya dukung. Tapi saya cuma ingin kejelasan, mungkin juga begitu bagi para rakyat Sumsel lain.

Sekolah yang bagaimana yang digratiskan? dan apa saja yang gratis?

Mungkin ada yang blom tau. Dan saya juga baru tau dari debat cagub beberapa waktu lalu di salah satu satsiun tv.

Sekolah gratis disini, ya sekolah gratis yang wajib belajar 9 tahun yang selama ini sudah dicanangkan pemerintah. Tapi…. ada tapinya loh ya. Cagub satu ini juga mencoba memberikan ‘gratis’ untuk buku-buku sekolahnya, pakaian, sepatu yang selama ini blom dilakukan.

Saya pikir itu baik. Tapi untuk menggratiskan semuanya atau bahkan sampe ke perguruan tinggi bukanlah langkah tepat. Karena ga selamanya yang gratis itu enak. Kadang ‘gratis’ yang seperti itu membuat sebagian orang menjadi malas, dan kurang menghargai sesuatu yang gratis tersebut.

Untuk perguruan tinggi saya pikir cukup dengan kasih beasiswa aja. Enak kan. Untuk dapetin beasiswa itu mesti usaha dong. Jadi lebih enak, lebih berharga bagi orang-orang yang bener-bener membutuhkan.

Bagi para siswa yang emang butuh pinjaman, coba aja program Student Loans berupa pinjaman gitu khusus buat pelajar, ada yang jenisnya Private Student Loans yaitu yang pinjaman yang pribadi atau yang berupa konsolidasi Student Loan Consolidation

Beasiswa atau pinjaman kayak gitu lebih meringankan kan dibanding harus gratis tapi kadang kita tidak tahu kewajiban akan’gratis’nya.