Beberapa hari lalu kakak (suami) saya cerita kalo Pak Mamad (temen sekantor kakak) sakit. Emang sih, Pak Mamad menderita sakit Asma, cuma ya itu sering kambuh karena kerjaan mengharuskan dia untuk menghirup banyak debu karena sedang ada proyek pembangunan gedung. Yah, kalo ga kita yang mau jaga kesehatan dan peduli tubuh kita, siapa lagi?

Sayangnya di kantor kakak emang ga ada pengobatan yang bisa diganti pihak kantor sebagaimana kantor-kantor lain. Jadi, kalo ada sakit, ya yang keluar biaya si karyawan itu sendiri. Agak susah emang sih, kadang juga diikuti dengan tunjangan kesehatan yang hanya cukup untuk bayar administrasi rumah sakit doang, gimana dengan biaya dokter dan bahkan obat? Sepertinya hal itu harus menjadi hal yang diperhitungkan bagi HR perusahaan, karena kalo kesehatan karyawan terganggu, gimana bisa kerja? Mungkin kerjaan juga akan terhambat.

Lalu Pak Mamad di tes penyakitnya, dan setelah di tes pake blood glucose meter, yaitu alat pengukur kadar gula dalam darah, dan ternyata emang kadar gulanya tinggi. Sedangkan setelah di tensi pake tensimeter, malah tekanan darahnya ga normal, tekanan darah rendah.

Emang ternyata kadar gula juga mempengaruhi tubuh kita. Kalo ga normal, misalnya rendah, maka kita akan jatuh pingsan, dan kalo tinggi, maka akan buat kita terkena penyakit seperti Diabetes. Nenek saya dulu juga meninggal karena penyakit diabetes. Maka dari itu saya merasa harus peduli dengan kadar gula. Bagi yang udah terkena diabetes, mungkin perlu mengkonsumsi diabetic supplies, biar kadar gula bisa lebih normal dan pastinya juga dengan menghindari makan makanan yang terlampau manis. Dan satu lagi ada alat juga yang secara mudah memperlihatkan kadar gula tubuh kayak kita tes kehamilan, yaitu namanya Blood Glucose Test Strips, lebih gampang dan cepet untuk mengetahui kadar gula secara instan.