Alaya ketawa lebar

Alaya ketawa lebar

Berikut bisa dibaca disini tentang pemakain diapers tiap hari

Penggunaan disposable diaper atau popok sekali pakai (untuk selanjutnya akan kami sebut diaper) sepanjang hari, adalah hal yang lazim dilakukan orang-orang yang bermukim di luar negeri. Bagaimana dengan para orangtua yang tinggal di Indonesia? Lalu adakah efek samping yang ditimbulkan kalau menggunakan diaper sepanjang hari?

Kita simak yuk, pengalaman para mommies member WRM dalam menggunakan diaper. Bagi yang tinggal di Indonesia, penggunaan diaper sepanjang hari tidak terlalu lazim kita temui. Kebanyakan memang hanya menpergunakan diaper di saat bayi tidur di malam hari atau pada waktu harus pergi keluar rumah. Hal ini mungkin disebabkan karena harga diaper yang relatif cukup mahal (di Indonesia) dan tingkat kelembaban udara yang juga tinggi, sehingga mudah menyebabkan ruam pada kulit bayi.

Selanjutnya baca disini ya

dan selanjutnya juga ada pengaruhnya yaitu bayi bisa kena dermatitis, tapi tenang, dari sini bisa apa aja yang harus kita lakukan biar ga terjadi dermatitis ituh.

Medical care pada pasien dermatitis akibat penggunaan diaper antara lain:

  1. Pemberian edukasi tentang cara penggunaan diaper yang aman dan sehat bagi bayi khususnya bagi para orang tua muda.
  2. Pengobatan first line untuk dermtitis akibat penggunaan diaper adalah pemberian sediaan topikal (bisa salep, bisa bedak atau bahkan cream) yang mengandung Zink Oksida. Zink oksida merupakan terapi dermatitis akibat penggunaan diaper yang relatif murah yang memiliki beberapa keunggulan diantaranya: sebagai antiseptik dan astringen (pengecil pori-pori kulit); baik untuk digunakan pada penyembuhan luka; sangat jarang timbul alergi akibat penggunaan zink oksida.
  3. Acethyl tocopherol juga telah diteliti penggunaannya pada ruangan NICU (ICU-nya bayi)dan telah terbukti efektifitas dan keamanannya dalam mengatasi masalah luka pada bayi.
  4. Banyaknya obat-obat warung untuk pengobatan dermatitis pada bayi sangat mungkin dapat membingungkan para orang tua sehingga insiden terjadinya iritasi akibat penggunaan obat-obat warung itupun meningkat (meskipun gejala toksisnya sangat jarang ditemui). Bagi kulit bayi yang masih amat rentan, sediaan pelembab/emolien yang terbaik dan teraman adalah salep dari petrolatum putih murni/vaselin putih yang memiliki mekanisme kerja dengan “menahan” air di bawah lapisan epidermis kulit. Sediaan lain yang juga aman adalah salep yang berbasis aquaphor (campuran petroletum putih, minyak mineral dan juga lemak dari tumbuhan) meskipun harganya agak lebih mahal daripada salep petroletum putih murni.
  5. Jika terjadi infeksi Candida albicans, obat-obatan antifungi perlu dipertimbangkan untuk digunakan. Biasanya penyembuhan yang bagus diperoleh dari penggunaan cream hidrokortison (1%) dua kali sehari yang dikombinasikan dengan antifungi (sediaan topikal yang mengandung nystatin; clotrimazole cream 1%; cream econazole nitrat; salep miconazol 2%; atau salep/krim amphotericin) setiap kali penggantian diaper atau paling tidak digunakan 4 kali sehari. Hindari penggunaan kortikosteroid yang kuat kecuali bila dikombinasi (clotrimazole+betametason, nystatin+triamcinolon).
  6. Pencegahan dermatitis akibat penggunaan diaper pada bayi adalah ABCDE (air, barrier, cleansing, diaper and education). Jika diaper merupakan pilihan yang lebih disukai penggunaannya daripada popok kain biasa maka hendaknya para orang tua bertanggung jawab dengan lebih sering melakukan penggantian.

Alaya pake diaper juga kok tiap hari mulai dari umurnya 1 bulan, tapi memang harus lebih ekstra perhatian, ganti diapernya lebih sering dan pake krim anti ruam popok tiap kali ganti diaper. Alhamdulillah sejauh ini Alaya ga iritasi dan nyaman-nyaman aja walo Ayahnya harus ekstra kerja cari duit buat beli diaper :D