Pada saat bayi lahir berbagai emosi dan reaksi muncul baik dari lingkungan maupun ibu baru.

Banyak ibu baru yang mengalami baby blues,yaitu bentuk ringan dari depresi yang terjadi sekitar seminggu-10 hr stlh kelahiran bayi. Sekitar 10% ibu baru melaporkan munculnya hal ini setelah melahirkan.

Beberapa hal yang menyebabkan terjadinya baby blues pada ibu baru:
1. Perubahan hormon yang tinggi selama hamil dan kembali normal mempengaruhi emosi ibu.
2. Kenyataan bahwa harus bertanggung jawab penuh atas seluruh kebutuhan bayi menjadi ‘pembatas’ atas ‘kebebasan’ yang dimiliki sebelum lahirnya bayi.

Seringkali baby blues akan hilang dengan sendirinya dalam hitungan minggu atau bulan.
Namun pada beberapa ibu (terutama ibu muda) baby blues ini bisa bertambah parah dalam jangka panjang.

Postpartum depression muncul dalam waktu 6 bulan setelah melahirkan dan jika tidak disembuhkan bisa lebih dari 1 thn.

Tanda-tanda postpartum depression antara lain:

1. Merasa kesal,sedih,tidak ada yang menolong
2.Merasa Tidak mau atau tidak mampu merawat bayi
3.Merasa tidak berguna, merasa bersalah
4.Sering menangis
5.Rendahnya keinginan untuk berhubungan seks
6.tidak memiliki tenaga
7.Makan atau tidur berlebihan atau kekurangan
8.Sulit konsentrasi
9.Keinginan menyakiti diri sendiri atau bayi

Perempuan yang mempunyai resiko lbh tinggi mengalami post partum depression a.l: perempuan yang pernah mengalami depresi atau -mood disorder;jika mempunyai anggota keluarga yang pernah mengalami depresi;jika lingkungan rumah atau hubungannya dgn pasangan penuh dgn stres;jika bayinya mempunyai masalah medis atau rewel;jika pernah keguguran;jika bayinya harus ditinggal di rs dan jika kehamilannya tidak direncanakan.

Postpartum depression biasanya dapat terselesaikan dalam waktu 9 bln stlh kelahiran bayi. Namun perasaan yg terkait dgn postpartum syndrome dapat menjadi berat dan mengganggu kegiatan sehari2 yang menyebabkan sulit untuk merawat diri dan bayi.

Cara mengatasi postpartum depression dapat dilakukan dgn
Psychotherapy, counseling, support groups, dan obat anti depresan.

Bicarakanlah dgn dokter jika mengalami gejalanya lebih dari 2 minggu berturut2 untuk penanganan lebih lanjut.

Berbagai sumber juga mengkaitkan antara baby blues dgn kesehatan bayi dan perkembangan emosi bayi. Untuk itu sangatlah penting untuk mengetahui gejala dan mencari ‘pengobatannya’ baik melalui dukungan orang2 terdekat maupun tenaga medis profesional.

Disadur dari tulisan Amy Bellows, Ph.D. – RECOGNIZING BABY BLUES/POSTPARTUM DEPRESSION
(Sumber:web psych central & web APA)
–Dari milis AsiForBaby-