Artikel Berarti

Tips Membersihkan Telinga Balita

Kalo Alaya sih suka kalo telinganya dibersihin pake cutton bud gitu. Diem deh, kayak keenakan gitu :D

Tapi, kita sebagai ibu harus tau juga tips bagaimana membersihkan telinga anak kita yang baik dan bener. Nah, ini saya copy dari Ayahbunda.co.id

  1. Cermati telinga balita secara rutin apakah sudah dihinggapi kotoran atau tidak. Terlebih jika ia kerap menggaruk, mengorek-ngorek atau menarik-narik telinganya.
  2. Walau kotoran telinga bisa keluar dengan sendirinya, namun bukan berarti akan menggelinding dengan mudah keluar telinga. Hal ini bisa kita lihat adanya kotoran kekuningan yang disisi luar telinga balita.
  3. Jika Anda membersihkan telinga balita menggunakan cotton bud (kapas bertangkai):
    Pakai cotton bud hanya untuk membersihkan kotoran di liang telinga bagian terluar. Asalkan kotorannya terjangkau dan masih lunak.
    Jangan mengorek terlalu dalam atau lebih dari 1 cm. Karena justru malah mendorong kotoran makin masuk kedalam rongga telinga dan terakumulasi di dalam telinga dan mengganggu pendengaran.

    Pakai cotton bud hanya untuk membersihkan kotoran di liang telinga bagian terluar. Asalkan kotorannya terjangkau dan masih lunak.Jangan mengorek terlalu dalam atau lebih dari 1 cm. Karena justru malah mendorong kotoran makin masuk kedalam rongga telinga dan terakumulasi di dalam telinga dan mengganggu pendengaran.

  4. Sebenarnya Anda bisa mengambil sendiri kotoran telinga balita yang sudah mengeras, tanpa bantuan dokter. Caranya, lunakkan dulu kotoran telinga dengan cairan karbogliserin yang dijual di apotik. Jika ragu, lebih baik bawa balita ke dokter.
  1. Rajinlah mengajak balita ke dokter spesialis THT setidaknya 6 bulan sekali.
  2. Jaga balita dari gemuruh suara keras yang terus-menerus agar gendang telinganya tidak rusak.

15 Camilan Pilihan Untuk Balita

Selain untuk mengganjal perut sebelum waktu makan tiba, camilan bisa melengkapi gizi anak. Disarankan agar anak mendapat dua kali makanan selingan setiap hari, antara sarapan dengan makan siang, serta antara makan siang dengan makan malam. Tetapi dari sekian banyak produk camilan di pasaran, tidak semuanya sehat. Banyak yang nilai gizinya nol, bahkan mengandung terlalu banyak zat aditif sehingga bila sering dimakan bisa mengganggu kesehatan anak. Berikut 15 camilan pilihan Ayahbunda.

  1. Tao Kae Nori. Nori berbentuk lembaran kertas hijau ini tidak hanya untuk membungkus sushi saja, tapi juga enak dimakan langsung. Nutrisi yang terkandung di dalam nori bahkan tertinggi di antara rumput laut lainnya. Selain kaya serat, vitamin dan mineral seperti zat besi dan kalsium, kandungan proteinnya tidak kalah dengan kacang kedelai.
  2. Roma Sari Gandum. Tekstur biskuit ini memang lebih kasar dibanding biskuit biasa karena mengandung bulir-bulir gandum. Namun, tekstur kasar itulah yang menjadi nilai lebih, yakni lebih kaya serat, mineral dan vitamin, seperti vitamin B1, B2, B6 dan B12. Gandum utuh juga baik untuk melancarkan fungsi pencernaan, bekal untuk mencegah kanker usus.
  3. Want&want Rice Crackers. Di Jepang, camilan dari beras ini dikenal dengan sebutan senbei. Rasanya gurih dengan sedikit rasa manis berasal dari lelehan gula di permukaannya. Keunggulan camilan ini, mengandung karbohidrat yang mudah dicerna dan mudah diubah menjadi gula darah sehingga bisa cepat mendongkrak energi.
  4. Jacob’s High Calcium Vegetable. Ada banyak pilihan crackers di pasaran dan tergolong camilan sehat untuk anak. Ayahbunda memilih Jacob’s high calcium vegetable apalagi kalau bukan karena adanya tambahan potongan sayur. Crackers ini juga diperkaya dengan kalsium yang baik untuk tulang si kecil dan juga mengandung vitamin A untuk antibodi dan vitamin D untuk penyerapan kalsium.
  5. Mr P Roasted  Peanut. Bagi yang tidak punya alergi kacang, camilan ini pas untuk mengenyangkan perut yang keroncongan karena kaya serat. Kacang juga terkenal mengandung asam lemak tak jenuh yang baik untuk menurunkan kadar kolesterol jahat. Asam lemak omega 3 yang dikandung kacang bisa mencegah penyakit jantung dan L-arginine membuat dinding pembuluh darah tidak mudah tersumbat. Pilih kacang panggang karena proses pemasakan cara ini lebih sehat dibanding digoreng.
  6. Sun Maid Raisins. Si kecil senang camilan manis? Jangan lupa sikat gigi sesudahnya. Nah, kalau Anda memberinya camilan kismis, tidak perlu khawatir giginya rusak. Sebaliknya, kismis justru baik untuk kesehatan gigi dan gusi karena mengandung fitonutrien dan asam oleanolic yang menjaga kesehatan mulut. Kismis juga kaya antioksidan dan baik untuk kepadatan tulang.
  7. Biskuat Bolu. Lezatnya bolu bisa dinikmati anak dalam kemasan yang potongannya pas masuk mulut. Selain mengandung susu dan gandum, bolu ini diperkaya vitamin (vitamin A, B1, B2, B3, B6, B12, D, dan E) serta mineral (selenium, yodium, seng, kalsium dan zat besi). Bukan penggemar cokelat? Masih ada dua varian rasa yang bisa dipilih; pandan atau stroberi. Tak kalah lezatnya.
  8. Cadbury Dairy Milk. Cokelat bisa jadi pilihan camilan yang sehat. Tentu masih di bawah pengawasan bunda agar si kecil tidak makan berlebihan dan sesudahnya sikat gigi. Di dalam cokelat terkandung flavonoid yang bagus untuk mencegah penyakit jantung dan kanker. Sejumlah penelitian menunjukkan dengan mengonsumsi cokelat, kadar  antioksidan di dalam darah meningkat. Cokelat juga bagus dikonsumsi untuk mengatasi rasa lelah setelah beraktivitas fisik, misalnya olahraga.
  9. Orgran Mini Outback Animals. Camilan biskuit berbentuk hewan ini baik untuk anak-anak penderita autisme. Penelitian yang dilakukan oleh Unit Penelitian Autisme di Universitas Sunderland, Inggris, menemukan makanan bebas kasein (kandungan dalam susu) dan bebas gluten (ada dalam gandum, barley dan rye) baik untuk diet anak autis. Camilan ini juga cocok untuk anak-anak yang punya alergi kacang dan telur.
  10. Dahfa Dried Fish Fillet. Selain jadi kerupuk, daging ikan juga bisa diolah menjadi camilan nikmat. Daging ikan yang bentuknya seperti mie pendek yang sedikit kenyal ini bisa dimakan langsung atau ditaburkan di atas bubur. Aroma ikannya memang sedikit menyengat, tapi rasanya manis-gurih dan sedikit pedas! Karena terbuat dari ikan, camilan ini mengandung karbohidrat, protein serta mineral, seperti kalium dan kalsium.
  11. Genji Strawberry Pie. Bagi penggemar stroberi yang merupakan sumber vitamin C, pilihan jatuh pada camilan ini. Rasa manis dari selai stroberi cocok dikombinasikan dengan tekstur pie yang sedikit kasar. Camilan ini lebih nikmat lagi bila ditemani dengan segelas susu.
  12. Carmans Fruit Muesli Bars. Muesli adalah campuran dari oat, kacang-kacangan seperti almond, hazelnuts, pecan, biji bunga matahari, serta buah yang dikeringkan, seperti apricot, sultana, dan kismis dengan tambahan madu. Campuran buah dan kacang bergizi ini memang lebih nikmat bila disantap bersama susu untuk sarapan. Namun muesli berbentuk batangan bisa juga dimakan langsung. Praktis dan kenyang!
  13. Fortune Tuna Spread with Crackers. Ada cara lain untuk menikmati lezat dan bergizinya tuna. Ikan tuna yang lembut dioles di atas crackers yang renyah. Hmmm… lezat! Kalau si kecil susah makan ikan, dia mungkin tidak menolak jika Anda menawarkan camilan ini. Tuna juga tidak mudah kehilangan kandungan vitamin dan mineral, meski telah melalui proses pengalengan. Tuna adalah sumber protein, potasium, selenium, dan vitamin B12 yang baik.
  14. Pepperidge Farm Goldfish Baked Snack Crackers. Camilan berbentuk ikan lengkap dengan mata dan mulut yang tersenyum ini bisa membuat anak Anda tidak berhenti mengunyahnya. Tidak masalah karena camilan ini menggunakan bahan-bahan alami tanpa pengawet, serta tidak menggunakan lemak trans. Selain itu juga mengandung zat besi dan kalsium.
  15. Ubi Chips. Jangan salah, ubi sudah jadi camilan yang mendunia karena kandungan nutrisinya bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Ada karotenoid yang membantu menstabilkan gula darah hingga membantu metabolisme. Ubi juga kaya serat, vitamin, mineral dan antioksidan. Ketika menggigit keripik ubi ini, kriuk! Renyah, sama seperti keripik kentang. Namun, ada after taste manis karena terbuat dari ubi ungu.

Sumber : Ayahbunda

Makanan yang Tidak Aman Bagi Anak Anda

Setiap anak akan tumbuh, dia sering menginginkan makanan dari piring Anda – dan Anda akan bersemangat untuk menambah variasi diet nya. Tapi tidak semua makanan aman bagi anak Anda. Beberapa masih bahaya tersedak.

Makanan untuk dihindari usia: 12 sampai 24 bulan

susu rendah lemak: balita muda Sebagian besar kebutuhan lemak dan kalori susu untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Setelah anak Anda hingga memasuki usia 2 tahun (dan jika dia tidak memiliki masalah perkembangan), Anda dapat mulai memberikan dia susu rendah lemak jika Anda suka. (Jika anak Anda berisiko untuk penyakit obesitas atau jantung, dokter mungkin merekomendasikan memperkenalkan susu rendah lemak sebelum usia 2 tahun)

Bahaya yang harus diperhatikan :
Besar potongan: potongan Pea-ukuran makanan yang paling aman – itu tidak akan terjebak di tenggorokan anak Anda. Sayuran seperti wortel, seledri, dan kacang hijau harus potong dadu, diparut, atau dimasak dan dipotong. Potong buah-buahan seperti anggur, tomat ceri, dan bola melon menjadi empat sebelum disajikan, daging dan keju dipotong menjadi potongan-potongan yang sangat kecil.

Makanan keras: Kacang-kacangan, popcorn, obat batuk, permen keras, kismis, dan buah kering lainnya sangat berpotensi menimbulkan sedak bagi anak.

Makanan lunak dan lengket: Hindari makanan permen karet dan lembut seperti marshmallow dan permen jeli yang mungkin akan tersangkut di tenggorokan anak Anda.

Mencegah Anak Tersedak:
• Hindari membiarkan anak Anda makan di mobil karena sulit untuk mengawasi saat mengemudi.
• Jika Anda menggunakan pengobatan tumbuh gigi, tetap menutup mata pada balita Anda karena dapat menyebabkan tenggorokan mati rasa dan mengganggu saat menelan.

Diterjemahkan dari Babycenter.com

Cara Memijat bayi


Cara memiijat bayi (dilakukan dengan lembut):
1. Dada
Telapak tangan terbuka ke tengah dada bayi, lalu geser diagonal ke kanan atas, kemudian kembali ke tengah, ke kiri atas, kembali ke tengah. Kiri bawah, kembali ke tengah, kanan bawah, kembali ke tengah.

2. Paha dan Betis
Pegang kedua paha bayi dengan kedua tangan kita. Putar dari dalam ke luar sambil bergerak turun menuju betis. Kembali ke atas dengan gerakan sama.

3. Kaki
Pijat telapak kaki dari arah tumit ke jari kaki. Remas jari satu persatu. Pijat punggung kaki, mulai dari mata kaki sampai ke jari kaki.

4. Wajah
Pijat mulai dari tengah menuju samping kiri, kemudian tengah menuju samping kanan.

5. Perut
Pijatan I Love U. Gunakan 2 atau 3 jari, yang membentuk huruf I-L-U dari arah bayi. Bila dari posisi kita membentuk huruf I – L – U terbalik. Berikut tahapan memijat:

* Urut kiri bayi dari bawah iga ke bawah (huruf I)
* Urut melintang dari kanan bayi ke kiri bayi, kemudian turun ke bawah (huruf L)
* Urut dari kanan bawah bayi, naik ke kanan atas bayi, melengkung membentuk U dan turun lagi ke kiri bayi. Semua gerakan berakhir di perut kiri bayi.

Read the rest of this entry »

Cara Mengenali Baby Blues/Postpartum Depression

Pada saat bayi lahir berbagai emosi dan reaksi muncul baik dari lingkungan maupun ibu baru.

Banyak ibu baru yang mengalami baby blues,yaitu bentuk ringan dari depresi yang terjadi sekitar seminggu-10 hr stlh kelahiran bayi. Sekitar 10% ibu baru melaporkan munculnya hal ini setelah melahirkan.

Beberapa hal yang menyebabkan terjadinya baby blues pada ibu baru:
1. Perubahan hormon yang tinggi selama hamil dan kembali normal mempengaruhi emosi ibu.
2. Kenyataan bahwa harus bertanggung jawab penuh atas seluruh kebutuhan bayi menjadi ‘pembatas’ atas ‘kebebasan’ yang dimiliki sebelum lahirnya bayi.

Seringkali baby blues akan hilang dengan sendirinya dalam hitungan minggu atau bulan.
Namun pada beberapa ibu (terutama ibu muda) baby blues ini bisa bertambah parah dalam jangka panjang.

Postpartum depression muncul dalam waktu 6 bulan setelah melahirkan dan jika tidak disembuhkan bisa lebih dari 1 thn.

Tanda-tanda postpartum depression antara lain:

1. Merasa kesal,sedih,tidak ada yang menolong
2.Merasa Tidak mau atau tidak mampu merawat bayi
3.Merasa tidak berguna, merasa bersalah
4.Sering menangis
5.Rendahnya keinginan untuk berhubungan seks
6.tidak memiliki tenaga
7.Makan atau tidur berlebihan atau kekurangan
8.Sulit konsentrasi
9.Keinginan menyakiti diri sendiri atau bayi

Perempuan yang mempunyai resiko lbh tinggi mengalami post partum depression a.l: perempuan yang pernah mengalami depresi atau -mood disorder;jika mempunyai anggota keluarga yang pernah mengalami depresi;jika lingkungan rumah atau hubungannya dgn pasangan penuh dgn stres;jika bayinya mempunyai masalah medis atau rewel;jika pernah keguguran;jika bayinya harus ditinggal di rs dan jika kehamilannya tidak direncanakan.

Read the rest of this entry »

ASI dalam UU Kesehatan baru No 36/2009

PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF

Disebutkan dalam Pasal 128 ayat (1) bahwa setiap bayi berhak mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif sejak dilahirkan selama 6 bulan kecuali atas indikasi medis. Dalam penjelasan pasal ini disebutkan bahwa yang dimaksud dengan “pemberian air susu ibu eksklusif” adalah pemberian hanya air susu ibu selama 6 bulan,dan dapat terus dilanjutkan sampai dengan 2 (dua) tahun dengan memberikan makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) sebagai tambahan makanan sesuai dengan kebutuhan bayi.
Sedangkan kriteria apakah “indikasi medis” itu dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan “indikasi medis” dalam ketentuan ini adalah kondisi kesehatan ibu yang tidak memungkinkan memberikan air susu ibu berdasarkan indikasi medis yang ditetapkan oleh tenaga medis

Lebih lanjut lagi dinyatakan bahwa selama pemberian air susu ibu, pihak keluarga, pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat harus mendukung ibu bayi secara penuh dengan penyediaan waktu dan fasilitas khusus yang diadakan di tempat kerja dan sarana umum [Pasal 128 ayat (2) dan ayat (3)]

Catatan AIMI tentang Pasal 128:
Tidak dijelaskan secara terperinci, apa sajakah kriteria “indikasi medis” yang dapat menyebabkan seorang ibu tidak dapat memberikan ASI. Dalam penjelasan hanya disebutkan bahwa indikasi medis ini ditetapkan oleh tenaga medis. AIMI menyarankan bahwa yang dimaksud dengan ”indikasi medis” tersebut hendaknya mengacu pada ketentuan World Health Organization (WHO) No. WHO/NMH/NHD/09.01 WHO/FCH/CAH/09.01 regarding Acceptable medical reasons for use of breast-milk substitutes tahun 2009.

Kriteria fasilitas khusus di tempat kerja dan sarana umum untuk mendukung pemberian ASI dan ibu menyusui hendaknya dijabarkan lebih lanjut dalam peraturan pelaksana undang-undang dalam bentuk Peraturan Pemerintah, walaupun hal ini tidak dinyatakan dalam Pasal 128 UU Kesehatan.

Read the rest of this entry »

Serba Serbi Penyimpanan Air Susu Ibu (ASI) Peras/Pompa

Karakteristik Visual dari ASI dan Aroma ASI

Banyak yang membayangkan bahwa ASI akan tampak seperti susu sapi yg homogen, yang tidak terpisah lapisannya sampai kapanpun (homogenized) . ASI akan terpisah menjadi 2 lapisan jika didiamkan selama beberapa lama. Lapisan atas yg biasanya lebih kental warnanya kaya akan lemak. Ini bukan berarti ASI telah basi. Kocoklah perlahan wadah berisi ASI peras tsb, hingga menjadi larutan homogen kembali.

Tampilan dari ASI berbeda2 tiap waktu sesuai krn kandungannya pun berbeda2 tiap saat. Termasuk juga kandungan lemak dan warna dari ASI. Jumlah lemak dalam ASI akan fluktuatif dari hari ke hari. Bahkan saat ASI yg keluar di menit2 awal akan berbeda warna dan tampilannya. ASI yang dikeluarkan saat pertama kali proses pemerahan / pemompaan akan terlihat “lebih encer” dari ASI yang dikeluarkan di menit-menit berikutnya. Karena itu disebut FOREMILK (karena kaya akan protein). Sedangkan ASI yg keluar beberapa menit kemudian akan terlihat lebih kental. Atau disebut juga dg HINDMILK (kaya akan lemak). Warna dari ASI juga bervariasi tergantung dari apa yg ibu konsumsi. Pewarna makanan dalam minuman soda, minuman buah-buahan dan hidangan penutup yang mengandung gelatin diduga membuat warna ASI menjadi pink atau oranye kemerahmudaan. ASI yang berwarna hijau dikorelasikan dengan ibu yang mengkonsumsi minuman kesegaran yang berwarna hijau, rumput laut, atau
sayuran berwarna hijau.

ASI yang berwarna pink mengindikasikan adanya darah dalam ASI. Hal ini dapat terjadi jika ibu mengalami dengan atau tanpa puting lecet. Jika puting ibu lecet dan berdarah, ibu dapat menghubungi klinik laktasi untuk mendapatkan saran penyembuhan. Darah dalam ASI tidak berbahaya bagi bayi, dan ibu dapat terus menyusui bayinya. Jika darah dalam ASI tidak juga membaik dalam waktu 2 minggu, segera konsultasikan dengan dokter.

Bagaimana dg aroma atau rasanya ?! Umumnya ASI segar berbau / beraroma manis. Sesekali ASI beku yang dicairkan akan beraroma spt sabun dan terkadang bayi tidak mau meminumnya. Hal ini disebabkan perubahan struktur lemak dalam ASI akibat perubahan suhu yg mendadak. Sehingga proses kerja enzim lipase terganggu. Krn itu tidak disarankan memanaskan ASI peras/pompa pada suhu tinggi, ataupun setelah dipanaskan langsung dibekukan kembali. Jika ASI peras berbau asam, maka bisa jadi ASI telah basi dan buanglah. Intinya selama ASI peras/pompa disimpan sesuai dg tatacara penyimpanan yg benar maka ASI tidak akan basi.

Wadah penyimpanan ASI

Pertanyaan yg sering diajukan para ibu, terutama ibu bekerja adalah apakah butuh wadah khusus ? Tidak ada aturan khusus harus menggunakan botol atau wadah khusus. Intinya gunakan wadah yg bisa tertutup rapat. Ibu bisa menggunakan botol kaca, wadah yg punya tutup dan berwarna bening, dan wadah yg punya tutup dan berwarna. Dan tentu saja selalu dibersihkan & disterilkan sebelum digunakan.

ASI peras/pompa sebaiknya disimpan dalam jumlah sedikit (cukup utk sekali minum + 60 ml). Agar tidak ada ASI yg tersisa dan terbuang.. ASI juga dapat disimpan dalam kantung plastik bening. Namun hal ini tidak terlalu disarankan, karena mudah bocor dan ASI akan terbuang.

Tatacara Penyimpanan ASI

Organisasi laktasi internasional, Lalecheleague, memiliki kisaran waktu berapa lama ASI dapat disimpan dalam suhu tertentu :

Read the rest of this entry »

8 Langkah Menjadi Ayah Ideal

Waktu baca-baca di Tabloid Nova, ada info tentang ini, copas aja, supaya dibaca sama Ayahnya Alaya. Semuanya kan perlu belajar. Bunda juga tetep belajar menjadi Ibu ideal bagi Alaya.

1. Sesibuk apa pun, sediakan waktu bersama si kecil. Ini sangat membantu anak merasa nyaman, merasa kompeten, sekaligus merasa dicintai. Tak hanya itu, ayah yang baik juga mampu melepaskan “topeng” kekakuan sikapnya.

2. Jadilah pendengar yang baik. Kesediaan diri untuk menyediakan waktu bagi buah hatinya juga tidak hanya dilakukan sesekali saja. Melainkan dilakukan secara teratur dan penuh kesadaran, hingga ketersediaan waktunya benar-benar berkualitas dan terfokus sepenuhnya untuk si anak.

3. Semakin banyak waktu yang dihabiskan para ayah bersama anak-anaknya, semakin baik pengaruhnya. Inilah yang dinamakan efek dosis. Tak perlu hal-hal mewah atau mahal, cukup sekadar jalan-jalan di taman kompleks, ngobrol, dan melakukan aktivitas bersama. Ingat, dengan menyediakan waktu yang berkualitas, seorang ayah sudah melakukan banyak hal istimewa terhadap buah hatinya.

4. Tidak segan-segan mengantar dan menjemput mereka ke sekolah, serta menjalin komunikasi yang positif dengan para guru demi mengikuti perkembangan si kecil di sekolah. Perlu diketahui, seorang ayah yang antusias pada pendidikan anak-anaknya ternyata memberi kontribusi positif terhadap prestasi belajar anak di sekolah.

Ayah dan Alaya

Ayah dan Alaya

5. Turun tangan mengurus keperluan sehari-hari si anak, dari sekadar ngobrol sampai membacakan dongeng untuk si kecil. Sosok ayah seperti ini sadar sepenuhnya bahwa dalam keluarga, ia adalah seorang model bagi separuh populasi penduduk dunia, yakni para pria. Kepada anak laki-lakinya, tanpa banyak bicara, si ayah telah menunjukkan bagaimana menjadi pria sejati. Sementara kepada anak perempuannya, sang ayah menunjukkan bagaimana seorang laki-laki yang baik akan memperlakukan wanita secara elegan.

Read the rest of this entry »

Kok Alaya berapa hari ga BAB ya?

Udah hampir seminggu Alaya ga BAB, kemarenan sempet 2 hari ga BAB trus Babenya dah khawatir ajah *Bundanya juga sih*, trus aku searching deh tuh, dan akhirnya menemukan jawabannya di sini, berikut kutipannya :

Saat bayi memasuki usia sekitar > 6 minggu, pola dari BAB akan berubah. Jika tadinya bayi ASI sering BAB, maka ia akan jarang BAB. Frekuensi BAB tiap bayi ASI pun bervariatif. Ada yang 2 atau 3 hari sekali. Bahkan ada yang hingga 12 hari atau lebih tidak BAB. Jika tadinya orang tua khawatir akan bayinya yang sering BAB, maka beberapa minggu kemudian kekhawatiran sebaliknya terjadi. Banyak sekali orangtua yang takut anaknya mengalami sembelit (konstipasi) .

Kondisi tersebut juga normal terjadi. Di usia ini, bayi ASI akan jarang BAB. Hal ini disebabkan ASI diserap sempurna oleh tubuh bayi. Karena diserap sempurna, maka tidak akan ada ampas yang dibuang dalam bentuk tinja. Selama perilaku bayi baik-baik saja, pola pertumbuhannya baik, tidak kesakitan atau rewel luar biasa saat mengejan (lethargic), maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Perhatikan juga saat bayi BAB dan bentuk tinjanya. Jika tinja berbentuk seperti biasa (lunak seperti bubur atau selai) dan bayi tidak mengalami kesulitan saat mengeluarkan tinjanya, maka bayi jelas tidak mengalami sembelit (konstipasi) . Lain halnya bila bayi mengalami sembelit, tinjanya akan keras padat, agak kering dan sulit dikeluarkan. Jika hal ini terjadi, ibu dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter anak.

Seringkali para ayah ibu melakukan intervensi agar bayinya BAB. Mulai dari pemberian obat pencahar, memberikan jus buah hingga merangsang anus bayi dengan sabun dsbnya. Hal ini sama sekali tidak dibutuhkan. Selain bayi akan tergantung dengan rangsangan agar bisa BAB, tindakan tersebut juga dapat membahayakan bayi. Dengan mengenali dan memahami perilaku bayi dan karakteristik tinja bayi agar terhindar dari tindakan yang tidak diperlukan. Sekali lagi semua kondisi yang ada hanya berlaku untuk bayi yang mendapatkan ASI eksklusif dan selama masa ASI eksklusif. Jika bayi sempat diberikan campuran susu formula ataupun makanan lainnya, kondisi normal yang tersebut diatas tidak dapat diterapkan.

Pola BAB yang jarang pada bayi ASI akan terus berlangsung hingga ia berusia 6 bulan atau masa ASI eksklusif terlewati. Begitu bayi ASI mendapatkan MPASI di usia 6 bulan ke atas, konsistensi dari tinja bayi dan pola BABnya akan bervariasi dan ditentukan dari asupan makanan yang masuk.

Huff… Saya langsung ga khawatir lagi deh. Alaya baek2 aja emang, tapi kita kira malah konstipasi gitu klo ga BAB sehari aja, kayak kita yang dewasa gitu.

Nah, sekalian deh, saya ambil info seputar warna tinja si baby :
Read the rest of this entry »

Pemakaian Diapers Tiap Hari

Alaya ketawa lebar

Alaya ketawa lebar

Berikut bisa dibaca disini tentang pemakain diapers tiap hari

Penggunaan disposable diaper atau popok sekali pakai (untuk selanjutnya akan kami sebut diaper) sepanjang hari, adalah hal yang lazim dilakukan orang-orang yang bermukim di luar negeri. Bagaimana dengan para orangtua yang tinggal di Indonesia? Lalu adakah efek samping yang ditimbulkan kalau menggunakan diaper sepanjang hari?

Kita simak yuk, pengalaman para mommies member WRM dalam menggunakan diaper. Bagi yang tinggal di Indonesia, penggunaan diaper sepanjang hari tidak terlalu lazim kita temui. Kebanyakan memang hanya menpergunakan diaper di saat bayi tidur di malam hari atau pada waktu harus pergi keluar rumah. Hal ini mungkin disebabkan karena harga diaper yang relatif cukup mahal (di Indonesia) dan tingkat kelembaban udara yang juga tinggi, sehingga mudah menyebabkan ruam pada kulit bayi.

Selanjutnya baca disini ya

dan selanjutnya juga ada pengaruhnya yaitu bayi bisa kena dermatitis, tapi tenang, dari sini bisa apa aja yang harus kita lakukan biar ga terjadi dermatitis ituh.

Read the rest of this entry »