Info Bayi

Kotak Obat Alaya

Ga harus nunggu sakit baru beli obat. Jadi Bunda udah siapin beberapa obat yang musti ada, biar siap siaga kalo-kalo Alaya sakit. Isi kotak obatnya ini nih :

  1. Termometer -> yang ini wajib ada dan wajib punya
  2. Parasetamol -> Bunda pilih Sanmol kalo mau merk lain juga boleh kok, ini kalo Alaya demam
  3. Nacl -> Bunda pilih merk Breathy, ini kalo Alaya pilek dan hidungnya mampet, langsung aja di tetesin Breathy biar agak lega nafasnya
  4. Balsem Bayi -> Bunda pilih Transpulmin, ini juga dipake kalo batuk pile, diolesin aja ke dada atau punggungnya
  5. Balsem Gatal -> Bunda pilih Copal, ini balsem kalo digigit serangga kayak nyamuk atau semut
  6. Mycostatin -> Ini dikasih dokter waktu lidah Alaya putih-putih gitu karena jamur
  7. Bye Bye Fever -> Ini alat kompres kalo demam atau hangat karena abis imunisasi
  8. Masker Mulut Hidung -> Ini buat Bunda dan Ayah kalo lagi pilek, biar ga nular sama Alaya

Bunda packing deh di tas plastik kecil gitu, khusus kotak obat buat Alaya. Alhamdulillah, sejauh ini Alaya sehat aja, blom ada sakit. Paling yang dipake itu Copal, Mycostatin, Bye-Bye Fever, dan Breathy. Yang lain belum pernah dicoba. Tapi musti ada. Bagi ibu-ibu yang anaknya masih bayi, ini kudu punya ya :)

Oh ya, untuk parameter demam, pake termometer dan coba cek hasilnya :

> 38° untuk bayi di bawah 3 bulan
> 38,3° untuk bayi 3-6 bulan
> 38,5° untuk bayi 6 bulan

Kalo hasilnya kayak diatas, baru deh coba kompres air hangat, kalo masih boleh kasih paracetamol, kalo masih naik juga dan ga turun-turun baru deh ke dokter.

Kamar Bunda dan Ayah jadi Warna Warni

Sejak Alaya udah pinter guling sana sini, makanya diadakan perombakan kamar. Mulai dari tempat tidur yang dibongkar, sehingga didapai tinggal spring bednya doang trus sebagai alas dinding biar kepala Alaya ga kejedug dinding dikasihlah karet alfabet yang sebenernya buat alas lantai.

Atas kerjasama Bunda dan Oom Trendy, jadilah kamar Bunda dan Ayah berwarna-warni kayak gini. Alaya suka loh liatin dindingnya :)

Kamar Alaya

Cara Memijat bayi


Cara memiijat bayi (dilakukan dengan lembut):
1. Dada
Telapak tangan terbuka ke tengah dada bayi, lalu geser diagonal ke kanan atas, kemudian kembali ke tengah, ke kiri atas, kembali ke tengah. Kiri bawah, kembali ke tengah, kanan bawah, kembali ke tengah.

2. Paha dan Betis
Pegang kedua paha bayi dengan kedua tangan kita. Putar dari dalam ke luar sambil bergerak turun menuju betis. Kembali ke atas dengan gerakan sama.

3. Kaki
Pijat telapak kaki dari arah tumit ke jari kaki. Remas jari satu persatu. Pijat punggung kaki, mulai dari mata kaki sampai ke jari kaki.

4. Wajah
Pijat mulai dari tengah menuju samping kiri, kemudian tengah menuju samping kanan.

5. Perut
Pijatan I Love U. Gunakan 2 atau 3 jari, yang membentuk huruf I-L-U dari arah bayi. Bila dari posisi kita membentuk huruf I – L – U terbalik. Berikut tahapan memijat:

* Urut kiri bayi dari bawah iga ke bawah (huruf I)
* Urut melintang dari kanan bayi ke kiri bayi, kemudian turun ke bawah (huruf L)
* Urut dari kanan bawah bayi, naik ke kanan atas bayi, melengkung membentuk U dan turun lagi ke kiri bayi. Semua gerakan berakhir di perut kiri bayi.

Read the rest of this entry »

Cara Mengenali Baby Blues/Postpartum Depression

Pada saat bayi lahir berbagai emosi dan reaksi muncul baik dari lingkungan maupun ibu baru.

Banyak ibu baru yang mengalami baby blues,yaitu bentuk ringan dari depresi yang terjadi sekitar seminggu-10 hr stlh kelahiran bayi. Sekitar 10% ibu baru melaporkan munculnya hal ini setelah melahirkan.

Beberapa hal yang menyebabkan terjadinya baby blues pada ibu baru:
1. Perubahan hormon yang tinggi selama hamil dan kembali normal mempengaruhi emosi ibu.
2. Kenyataan bahwa harus bertanggung jawab penuh atas seluruh kebutuhan bayi menjadi ‘pembatas’ atas ‘kebebasan’ yang dimiliki sebelum lahirnya bayi.

Seringkali baby blues akan hilang dengan sendirinya dalam hitungan minggu atau bulan.
Namun pada beberapa ibu (terutama ibu muda) baby blues ini bisa bertambah parah dalam jangka panjang.

Postpartum depression muncul dalam waktu 6 bulan setelah melahirkan dan jika tidak disembuhkan bisa lebih dari 1 thn.

Tanda-tanda postpartum depression antara lain:

1. Merasa kesal,sedih,tidak ada yang menolong
2.Merasa Tidak mau atau tidak mampu merawat bayi
3.Merasa tidak berguna, merasa bersalah
4.Sering menangis
5.Rendahnya keinginan untuk berhubungan seks
6.tidak memiliki tenaga
7.Makan atau tidur berlebihan atau kekurangan
8.Sulit konsentrasi
9.Keinginan menyakiti diri sendiri atau bayi

Perempuan yang mempunyai resiko lbh tinggi mengalami post partum depression a.l: perempuan yang pernah mengalami depresi atau -mood disorder;jika mempunyai anggota keluarga yang pernah mengalami depresi;jika lingkungan rumah atau hubungannya dgn pasangan penuh dgn stres;jika bayinya mempunyai masalah medis atau rewel;jika pernah keguguran;jika bayinya harus ditinggal di rs dan jika kehamilannya tidak direncanakan.

Read the rest of this entry »

ASI dalam UU Kesehatan baru No 36/2009

PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF

Disebutkan dalam Pasal 128 ayat (1) bahwa setiap bayi berhak mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif sejak dilahirkan selama 6 bulan kecuali atas indikasi medis. Dalam penjelasan pasal ini disebutkan bahwa yang dimaksud dengan “pemberian air susu ibu eksklusif” adalah pemberian hanya air susu ibu selama 6 bulan,dan dapat terus dilanjutkan sampai dengan 2 (dua) tahun dengan memberikan makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) sebagai tambahan makanan sesuai dengan kebutuhan bayi.
Sedangkan kriteria apakah “indikasi medis” itu dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan “indikasi medis” dalam ketentuan ini adalah kondisi kesehatan ibu yang tidak memungkinkan memberikan air susu ibu berdasarkan indikasi medis yang ditetapkan oleh tenaga medis

Lebih lanjut lagi dinyatakan bahwa selama pemberian air susu ibu, pihak keluarga, pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat harus mendukung ibu bayi secara penuh dengan penyediaan waktu dan fasilitas khusus yang diadakan di tempat kerja dan sarana umum [Pasal 128 ayat (2) dan ayat (3)]

Catatan AIMI tentang Pasal 128:
Tidak dijelaskan secara terperinci, apa sajakah kriteria “indikasi medis” yang dapat menyebabkan seorang ibu tidak dapat memberikan ASI. Dalam penjelasan hanya disebutkan bahwa indikasi medis ini ditetapkan oleh tenaga medis. AIMI menyarankan bahwa yang dimaksud dengan ”indikasi medis” tersebut hendaknya mengacu pada ketentuan World Health Organization (WHO) No. WHO/NMH/NHD/09.01 WHO/FCH/CAH/09.01 regarding Acceptable medical reasons for use of breast-milk substitutes tahun 2009.

Kriteria fasilitas khusus di tempat kerja dan sarana umum untuk mendukung pemberian ASI dan ibu menyusui hendaknya dijabarkan lebih lanjut dalam peraturan pelaksana undang-undang dalam bentuk Peraturan Pemerintah, walaupun hal ini tidak dinyatakan dalam Pasal 128 UU Kesehatan.

Read the rest of this entry »

Serba Serbi Penyimpanan Air Susu Ibu (ASI) Peras/Pompa

Karakteristik Visual dari ASI dan Aroma ASI

Banyak yang membayangkan bahwa ASI akan tampak seperti susu sapi yg homogen, yang tidak terpisah lapisannya sampai kapanpun (homogenized) . ASI akan terpisah menjadi 2 lapisan jika didiamkan selama beberapa lama. Lapisan atas yg biasanya lebih kental warnanya kaya akan lemak. Ini bukan berarti ASI telah basi. Kocoklah perlahan wadah berisi ASI peras tsb, hingga menjadi larutan homogen kembali.

Tampilan dari ASI berbeda2 tiap waktu sesuai krn kandungannya pun berbeda2 tiap saat. Termasuk juga kandungan lemak dan warna dari ASI. Jumlah lemak dalam ASI akan fluktuatif dari hari ke hari. Bahkan saat ASI yg keluar di menit2 awal akan berbeda warna dan tampilannya. ASI yang dikeluarkan saat pertama kali proses pemerahan / pemompaan akan terlihat “lebih encer” dari ASI yang dikeluarkan di menit-menit berikutnya. Karena itu disebut FOREMILK (karena kaya akan protein). Sedangkan ASI yg keluar beberapa menit kemudian akan terlihat lebih kental. Atau disebut juga dg HINDMILK (kaya akan lemak). Warna dari ASI juga bervariasi tergantung dari apa yg ibu konsumsi. Pewarna makanan dalam minuman soda, minuman buah-buahan dan hidangan penutup yang mengandung gelatin diduga membuat warna ASI menjadi pink atau oranye kemerahmudaan. ASI yang berwarna hijau dikorelasikan dengan ibu yang mengkonsumsi minuman kesegaran yang berwarna hijau, rumput laut, atau
sayuran berwarna hijau.

ASI yang berwarna pink mengindikasikan adanya darah dalam ASI. Hal ini dapat terjadi jika ibu mengalami dengan atau tanpa puting lecet. Jika puting ibu lecet dan berdarah, ibu dapat menghubungi klinik laktasi untuk mendapatkan saran penyembuhan. Darah dalam ASI tidak berbahaya bagi bayi, dan ibu dapat terus menyusui bayinya. Jika darah dalam ASI tidak juga membaik dalam waktu 2 minggu, segera konsultasikan dengan dokter.

Bagaimana dg aroma atau rasanya ?! Umumnya ASI segar berbau / beraroma manis. Sesekali ASI beku yang dicairkan akan beraroma spt sabun dan terkadang bayi tidak mau meminumnya. Hal ini disebabkan perubahan struktur lemak dalam ASI akibat perubahan suhu yg mendadak. Sehingga proses kerja enzim lipase terganggu. Krn itu tidak disarankan memanaskan ASI peras/pompa pada suhu tinggi, ataupun setelah dipanaskan langsung dibekukan kembali. Jika ASI peras berbau asam, maka bisa jadi ASI telah basi dan buanglah. Intinya selama ASI peras/pompa disimpan sesuai dg tatacara penyimpanan yg benar maka ASI tidak akan basi.

Wadah penyimpanan ASI

Pertanyaan yg sering diajukan para ibu, terutama ibu bekerja adalah apakah butuh wadah khusus ? Tidak ada aturan khusus harus menggunakan botol atau wadah khusus. Intinya gunakan wadah yg bisa tertutup rapat. Ibu bisa menggunakan botol kaca, wadah yg punya tutup dan berwarna bening, dan wadah yg punya tutup dan berwarna. Dan tentu saja selalu dibersihkan & disterilkan sebelum digunakan.

ASI peras/pompa sebaiknya disimpan dalam jumlah sedikit (cukup utk sekali minum + 60 ml). Agar tidak ada ASI yg tersisa dan terbuang.. ASI juga dapat disimpan dalam kantung plastik bening. Namun hal ini tidak terlalu disarankan, karena mudah bocor dan ASI akan terbuang.

Tatacara Penyimpanan ASI

Organisasi laktasi internasional, Lalecheleague, memiliki kisaran waktu berapa lama ASI dapat disimpan dalam suhu tertentu :

Read the rest of this entry »

11 Alasan Bayi Menangis

Alaya nangis

Alaya nangis

Susah-susah gampang untuk tahu kenapa bayi kita nangis. Nah, berbagi dikit nih alasan bayi kita nangis dari Babycenter yang sudah ditranslate ke bahasa Indonesia :D

1. Laper
Ini mungkin adalah hal pertama yang Anda pikirkan ketika bayi Anda menangis.
Belajar untuk mengenali tanda-tanda kelaparan akan membantu Anda mulai menyusui bayi Anda sebelum menangis panggung. Beberapa tanda-tanda untuk melihat pada bayi baru lahir: rewel, memukul bibir, perakaran (refleks bayi yang baru lahir yang menyebabkan bayi untuk memutar kepalanya ke arah tangan Anda ketika Anda membelai pipi mereka), dan meletakkan tangan mereka ke mulut mereka.

2. Popok Kotor/Basah
Beberapa bayi memberitahu Anda segera bila mereka perlu diganti, bayi lain dapat mentolerir popok yang kotor selama beberapa waktu. Kalo Alaya, ga mau banged basah dikit, minta diganti mulu kalo pake popok kain, makanya dengan pake diaper dia lumayan nyaman.

3. Pengen Tidur
Ketika mereka sedang lelah mereka dapat pergi tidur – kapan saja, di mana saja. Atau jadi orang dewasa seperti untuk berpikir. Pada kenyataannya, lebih sulit bagi mereka daripada yang Anda pikirkan. Bukannya terkantuk-kantuk, bayi mungkin rewel dan menangis, terutama jika mereka sudah terlalu lelah.

4. Pengen digendeong
Bayi pengen banyak dipeluk. Mereka ingin melihat orangtua mereka wajah, mendengar suara mereka, dan dengarkan detak jantung mereka, dan bahkan dapat mendeteksi bau mereka yang unik. Menangis dapat cara mereka meminta untuk dipeluk dengan erat. Anda mungkin bertanya-tanya apakah Anda akan merusak bayi Anda dengan memegang begitu banyak, tetapi selama beberapa bulan pertama kehidupan yang tidak mungkin. Untuk memberikan lengan Anda sedikit lega, coba memakai bayi Anda dalam carrier depan atau gendongan.

Read the rest of this entry »