Keluarga Rasyid
Daily Life, Humor, Activity and Pictures of Us
Daily Life, Humor, Activity and Pictures of Us
Jan 9th
Pada saat bayi lahir berbagai emosi dan reaksi muncul baik dari lingkungan maupun ibu baru.
Banyak ibu baru yang mengalami baby blues,yaitu bentuk ringan dari depresi yang terjadi sekitar seminggu-10 hr stlh kelahiran bayi. Sekitar 10% ibu baru melaporkan munculnya hal ini setelah melahirkan.
Beberapa hal yang menyebabkan terjadinya baby blues pada ibu baru:
1. Perubahan hormon yang tinggi selama hamil dan kembali normal mempengaruhi emosi ibu.
2. Kenyataan bahwa harus bertanggung jawab penuh atas seluruh kebutuhan bayi menjadi ‘pembatas’ atas ‘kebebasan’ yang dimiliki sebelum lahirnya bayi.
Seringkali baby blues akan hilang dengan sendirinya dalam hitungan minggu atau bulan.
Namun pada beberapa ibu (terutama ibu muda) baby blues ini bisa bertambah parah dalam jangka panjang.
Postpartum depression muncul dalam waktu 6 bulan setelah melahirkan dan jika tidak disembuhkan bisa lebih dari 1 thn.
Tanda-tanda postpartum depression antara lain:
1. Merasa kesal,sedih,tidak ada yang menolong
2.Merasa Tidak mau atau tidak mampu merawat bayi
3.Merasa tidak berguna, merasa bersalah
4.Sering menangis
5.Rendahnya keinginan untuk berhubungan seks
6.tidak memiliki tenaga
7.Makan atau tidur berlebihan atau kekurangan
8.Sulit konsentrasi
9.Keinginan menyakiti diri sendiri atau bayi
Perempuan yang mempunyai resiko lbh tinggi mengalami post partum depression a.l: perempuan yang pernah mengalami depresi atau -mood disorder;jika mempunyai anggota keluarga yang pernah mengalami depresi;jika lingkungan rumah atau hubungannya dgn pasangan penuh dgn stres;jika bayinya mempunyai masalah medis atau rewel;jika pernah keguguran;jika bayinya harus ditinggal di rs dan jika kehamilannya tidak direncanakan.
Nov 6th
Udah hampir seminggu Alaya ga BAB, kemarenan sempet 2 hari ga BAB trus Babenya dah khawatir ajah *Bundanya juga sih*, trus aku searching deh tuh, dan akhirnya menemukan jawabannya di sini, berikut kutipannya :
Saat bayi memasuki usia sekitar > 6 minggu, pola dari BAB akan berubah. Jika tadinya bayi ASI sering BAB, maka ia akan jarang BAB. Frekuensi BAB tiap bayi ASI pun bervariatif. Ada yang 2 atau 3 hari sekali. Bahkan ada yang hingga 12 hari atau lebih tidak BAB. Jika tadinya orang tua khawatir akan bayinya yang sering BAB, maka beberapa minggu kemudian kekhawatiran sebaliknya terjadi. Banyak sekali orangtua yang takut anaknya mengalami sembelit (konstipasi) .
Kondisi tersebut juga normal terjadi. Di usia ini, bayi ASI akan jarang BAB. Hal ini disebabkan ASI diserap sempurna oleh tubuh bayi. Karena diserap sempurna, maka tidak akan ada ampas yang dibuang dalam bentuk tinja. Selama perilaku bayi baik-baik saja, pola pertumbuhannya baik, tidak kesakitan atau rewel luar biasa saat mengejan (lethargic), maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Perhatikan juga saat bayi BAB dan bentuk tinjanya. Jika tinja berbentuk seperti biasa (lunak seperti bubur atau selai) dan bayi tidak mengalami kesulitan saat mengeluarkan tinjanya, maka bayi jelas tidak mengalami sembelit (konstipasi) . Lain halnya bila bayi mengalami sembelit, tinjanya akan keras padat, agak kering dan sulit dikeluarkan. Jika hal ini terjadi, ibu dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter anak.
Seringkali para ayah ibu melakukan intervensi agar bayinya BAB. Mulai dari pemberian obat pencahar, memberikan jus buah hingga merangsang anus bayi dengan sabun dsbnya. Hal ini sama sekali tidak dibutuhkan. Selain bayi akan tergantung dengan rangsangan agar bisa BAB, tindakan tersebut juga dapat membahayakan bayi. Dengan mengenali dan memahami perilaku bayi dan karakteristik tinja bayi agar terhindar dari tindakan yang tidak diperlukan. Sekali lagi semua kondisi yang ada hanya berlaku untuk bayi yang mendapatkan ASI eksklusif dan selama masa ASI eksklusif. Jika bayi sempat diberikan campuran susu formula ataupun makanan lainnya, kondisi normal yang tersebut diatas tidak dapat diterapkan.
Pola BAB yang jarang pada bayi ASI akan terus berlangsung hingga ia berusia 6 bulan atau masa ASI eksklusif terlewati. Begitu bayi ASI mendapatkan MPASI di usia 6 bulan ke atas, konsistensi dari tinja bayi dan pola BABnya akan bervariasi dan ditentukan dari asupan makanan yang masuk.
Huff… Saya langsung ga khawatir lagi deh. Alaya baek2 aja emang, tapi kita kira malah konstipasi gitu klo ga BAB sehari aja, kayak kita yang dewasa gitu.
Nah, sekalian deh, saya ambil info seputar warna tinja si baby :
Read the rest of this entry »
Sep 2nd
Ramadhani Alaya Rasyid
01 September 2009 ; 19.10 WIB
RS Charitas Palembang
panjang : 48 cm
berat : 3,2 kg
Jul 17th
Pakaian si baby udah lumayan lengkap, paling yg blom kayak peralatan mandi, bedak, baby oil semacemnya aja yg blom… seneng deh liat pakaiannya…lucu-lucu bener deh. Dan ga lupa beli buku Baby’s Corner- Kamus Bayi 0-12 bulan, tuh buku lengkap juga loh, dari pakaian, peralatan bayi sampe penyakit yang sering dialami bayi umuran 0 bulan sampe 1 tahun.
Recent Comments