Yah… lagi-lagi ngomongin finansial, ngomongin duit. Ini bukan mau nanya, apa kamu banya duit ato tidak, tapi lebih mau bahas ke arah, gimana sih kita mengatur keuangan? Apalagi bagi yang udah berkeluarga.

Sebelum menikah, suami saya itu selalu kalap belanja buku *begitu juga saya sebenernya*, dan suka ga tau kemana-mana uangnya, dan masalahnya, menggunakan debit. Yah, jadi uangnya abis ga tau kemana. Setelah menikah, saya semua yang ngatur keuangan keluarga, mulai dari penghasilan suami di tempat kerja, penghasilan tambahan begitu juga penghasilan dari kerja saya. Saya, akui, hukum “Uangmu adalah Uangku, Uangku adalah Uangku” masih ada. Itu yang terjadi pun saat saya dan kakak sudah menikah, dan suami saya pun meng’iya’kan hukum tersebut. Hehehehe :)

Karena saya dan suami bekerja, maka tagihan bulanan terasa aman dan bisa dibagi-bagi pos pembayarannya. Tapi setelah saya resign dari kantor, apakah semuanya akan menjadi terasa lebih berat? Read the rest of this entry »