Beberapa hari lalu kakak (suami) saya cerita kalo Pak Mamad (temen sekantor kakak) sakit. Emang sih, Pak Mamad menderita sakit Asma, cuma ya itu sering kambuh karena kerjaan mengharuskan dia untuk menghirup banyak debu karena sedang ada proyek pembangunan gedung. Yah, kalo ga kita yang mau jaga kesehatan dan peduli tubuh kita, siapa lagi?

Sayangnya di kantor kakak emang ga ada pengobatan yang bisa diganti pihak kantor sebagaimana kantor-kantor lain. Jadi, kalo ada sakit, ya yang keluar biaya si karyawan itu sendiri. Agak susah emang sih, kadang juga diikuti dengan tunjangan kesehatan yang hanya cukup untuk bayar administrasi rumah sakit doang, gimana dengan biaya dokter dan bahkan obat? Sepertinya hal itu harus menjadi hal yang diperhitungkan bagi HR perusahaan, karena kalo kesehatan karyawan terganggu, gimana bisa kerja? Mungkin kerjaan juga akan terhambat.

Read the rest of this entry »